03 September 2013

Kehidupan Baru - 9 Minggu

Alhamdulillah, bisa ngisi blog lagi. Setelah sekian lama :D

Ada yang pernah bilang ke saya, bahwa manusia tak kan selama menjadi kecil. Dalam artian, tidak selamanya manusia menjadi anak-anak yang masih menggelayuti orangtuanya. Saya menyetujuinya. Bahkan meskipun sekarang saya masih menumpang di rumah orangtua saya meski sudah mempunyai suami, mungkin saya akan tetap merasa menjadi seorang yang kecil (untuk urusan tertentu).

Waktu yang dulu, ketika saya telah lulus kuliah saya pergunakan untuk main-main di rumah, sekarang sudah berkurang. Waktu yang dulu, ketika saya masih single saya pergunakan untuk keluyuran gebet sana gebet sini, sekarang sudah tak ada :v (ini (tidak) bohong). Namun sekarang, tentu saja semuanya berubah. Bahkan ketika saya mulai merasakan ada kehidupan dalam Rahim saya, rasanya sungguh luar biasa :’)

Alhamdulillah, kata dokter umurnya 9 Minggu. Masih masa “rentan” kalau mereka bilang. Jadi, harus dijaga baik-baik. Bagi saya, tentunya menjadi pengalaman baru. Mual, muntah, pusing, males, baru gerak dikit kecape’an, manja sama suami, pengen ini itu, posisi tidur rasanya semua salah, baju rasanya sempit semua di perut padahal sudah longgar, dan masih banyak lagi. Untuk menulis ini saja saya perlu berganti posisi entah berapa kali, karena punggung tak bisa diajak kompromi duduk lesehan berlama-lama.


Awalnya saya panik, serba salah. Alhamdulillah, kalau semua dijalani dengan ikhlas rasanya sangat menyenangkan karena saya tidak pernah sendiri. Ada yang menemani saya di dalam tubuh saya. Semoga kamu baik-baik di sana ya, sayang :*

waiting you grow up ....

30 Juni 2013

Curahan "Nguawur"

Sudah lama ya, hmm iya sepertinya lama sekali tidak berbagi cerita di sini.

"Apa? Berbagi cerita katamu?"

"Iya  berbagi cerita," kataku sambil malu-malu.

Dan seperti kamu bisa menebak apa yang aku pikirkan kamu berkata kembali, "berbagi cerita apa curhat?"

Aku diam. Lantas menganggukkan kepala. *ngigau bersama bayangan--sekilas info

Aaaak bingung mau nulis dari mana. Gini ni kalau sudah lama gak ketak ketik panjang. Bisanya cuman buat status facebook dan twitter hehe.

Untuk permulaan, mungkin segini dulu ya :v saya bingung mau ketak ketik dari mana. Atau mungkin dari sini *nunjuk hati. Eit, hati saya ternyata sudah ada yang punya. Sudah ada yang mengisi. Terima kasih, suamiku :P

12 Juni 2013

Tentang Rasa yang (Mungkin) Ada

Aku belum pernah membicarakan cinta kepadamu. Aku juga belum pernah memintamu untuk mengisi hatiku. Tapi tanpa itu semua, kamu mestinya tau tentang rasaku padamu. Tentang rasa yang mungkin tak pernah nyata ada, yang tak pernah nyata terlontar dari mulutku. Tentang semua rasa yang kusimpan diam-diam meski aku tak pernah bisa untuk menahannya. Dan kamu mengamini. Lantas kita dengan pendirian yang sama, harus saling menjauh. Aku memberi batas maya demi lelaki penghidupan nyataku. Maafkan aku.

*thanks a lot to mr. f

22 Mei 2013

Mimpi yang Tertunda

Aku pernah menjanjikan akan menunjukkanmu foto daerah-daerah luar negeri yang elok, tentu saja dengan aku berpose di dalamnya. Aku pernah berkata bahwa suatu saat aku akan mengajakmu berkeliling dunia. Masih ingat, bukan?

Aku merasa berdosa jika aku tak bisa mewujudkan janjiku. Bukankah itu juga merupakan harapanmu. Mana mungkin aku bisa menolak harapanmu. Di hati ini sudah terpatri bahwa aku akan selalu membahagiakanmu, entah bagaimana caranya. Bahwa aku akan selalu memenuhi permintaanmu, entah berapa lama waktu yang aku butuhkan. Aku akan berusaha untuk mewujudkannya. Demi kebahagiaanmu. Demi senyum yang akan engkau sunggingkan untukku.

Lihat, ini! Aku membawakanmu melodi warna elok negara China. Aku mulai dari sini. Ini adalah tembok raksasa China. Panjangnya lebih dari dari 8000 km. Luar biasa bukan.

Oh ya, aku lupa. Mungkin lebih baik kita mulai dari negara kita sendiri. Oke! Ini Candi Borobudur. Candi ini dibangun sekitar abad ke-8. Ah, kamu menguap. Apa kamu mengantuk? Aku baru menceritakan dua melodi warna. Masih ada melodi-melodi warna yang lain yang perlu kamu lihat.

***

Ibunya melengos. Dalam hatinya dia sangat terharu karena anak satu-satunya telah membawakan postcard dengan berbagai gambar ke hadapannya. Meskipun dia pernah menjanjikan akan memberikan foto dengan pose dirinya di dalamnya, postcard ini sudah cukup membuatnya sangat bahagia. Ia tak perlu melihat foto anaknya dengan latar belakang luar negeri. Kegigihannya untuk membahagiakan Ibu sudah dirasa sudah cukup. "Tak perlu kau bawakan ibu fotomu, Nak atau postcard-postcard ini. Cukup kamu di samping Ibu, menemani Ibu. Ibu sudah sangat bahagia. Maafkan ibu, Nak. Karena ibu struk, kamu hanya bisa tertahan di sini."

Mimpi dalam Mimpi

"Jangan lupa kerjakan PR-nya, ya?"
Lantang suara Lusi memenuhi ruangan tak lebih dari 4 x 4 meter itu. Oh, bukan. Bukan ruangan. Ini hanyalah sebuah bilik dengan dinding dari anyaman bambu. Beralaskan tanah liat merah khas pegunungan. Tikar dari anyaman rotan mereka duduki dengan sangat nyaman meski sudah disulam beberapa kali di sana-sini. Di tengah-tengah mereka hanya ada sebuah meja persegi panjang yang terbuat dari triplek seadanya. Ada tiga belas anak di bilik tersebut. Bilik yang akan membawa perubahan besar bagi anak-anak tersebut.

Lusi menghela napas panjang. Sejenak matanya terpejam. Alangkah bahagianya dia telah menjadi panutan untuk anak-anak di daerah pelosok ini. Mendidik mereka dengan barang dan perlengkapan seadanya. Tanpa seragam dan sepatu yang cantik.

"Bu Guru," panggil Muis mengembalikan kesadaran Lusi, "Bu Guru kenapa matanya merem?"

Lusi hanya tersenyum, mengelus rambut Muis yang ikal.

"Tidak, Nak. Bu Guru hanya membayangkan kalian kelak pasti akan menjadi penerus bangsa yang hebat."

"Pasti, Bu Guru. Karena Bu Guru mendidik kami dengan sangattttttt baik. Dan Bu Guru juga pintar!" tutur Muis dengan pose kedua jempol yang diarahkan di hadapan Lusi.

Lusi terharu. Bocah usia 10 tahun itu tampak sangat bahagia meskipun dengan keadaan yang seperti sekarang ini.

"Iya, pasti!" jawab Lusi mantab.

Kringggg kringgggg!

Weker penunjuk waktu pukul 08.00 berbunyi gaduh di atas meja samping tempat tidur. Lusi gelagapan. Dia bangkit dari tempat tidur. Bengong. Lantas melotot. "Sial, aku ada pretest psikologi pendidikan pagi ini!" Lusi mengacak rambutnya.

17 Mei 2013

No Title Display


Gak terasa sudah hampir seperempat abad saya hadir di dunia ini, tepatnya di bumi pertiwi Indonesia. Tanya gimana rasanya? Alhamdulillah, saya bersyukur karena masih diberikan kemudahan selama menempuh kehidupan ini. Percaya gak percaya, ternyata saya sudah menua :v ah biarlah. Tua umurnya, muda jiwanya :D *ngeles

Apa ya, apa ya… Apaaa? :v Semoga semakin dewasa dalam berpikir dan semakin bijak. Amin :) 

Sepertinya semakin tua, tanggal ulang tahun hanya sebatas hiasan tanggal biasa. Nothing special. Entahlah mungkin bawaan galau karena harus melepas masa lajang, dan bahagia karena akan ada seseorang yang mendampingi dalam segala hal :3

Terima kasih untuk semua ucapan dan doa :*

27 April 2013

Cek Kadar Yodium Garam: 30--80 ppm (SNI)

CV. Dua Roda Transportation
Orang pecinta kuliner macam saya, tak bisa jauh-jauh dari yang namanya garam. Ditambah lagi daerah saya yang memang merupakan daerah pesisir pantai utara dengan mata pencaharian utama penduduknya nelayan/petani garam. Dan juga, rumah saya dekat sekali dengan pabrik garam.

Berhubung Ibu harus istirahat total, jadinya saya ikut ngerusuh di salah satu pabrik garam di desa Agung Mulyo, Juwana yaitu CV. Dua Roda. Karena saya baru di sini, saya pun harus banyak belajar, belajar, dan belajar. Salah satunya adalah cek kadar yodium dalam garam yang sudah siap edar.

Jujur, saya orangnya pelupa (ngaku), jadi saya mencatat cara kerja cairan-cairan tester ini ke dalam notes. Kenapa memindahkannya ke sini? Takut nanti lupa naruh notes, terus gak bisa ngapa-ngapain :D *alasan

Awal posting, saya mulai dari sini :p

Almari penyimpan
Beberapa bulan yang lalu, pemerintah mulai menggencarkan kembali garam dengan kadar yodium berSNI yaitu 30--80 ppm. Razia dikerahkan langsung ke pabrik-pabrik garam untuk dicek kadar yodium dalam garamnya. Sempat ada penyegelan beberapa pabrik karena kadar yodium garam siap edarnya kurang dari standar yang telah ditentukan.

timbangan, suntikan,
penumbuk, gelas ukur
Sebagai seorang yang baru dalam dunia pergaraman, saya pun hanya bisa melongo dengan pemerintah dan juga pengusaha garam. Oke, saya hanya sebagai warga Indonesia di sini. Saya tidak ingin membela siapa-siapa. Pemerintah menginginkan garam yang akan beredar mengandung yodium 30--80 ppm. Pun pengusaha garam juga ingin memenuhi SNI tersebut dengan menggunakan yodium sesuai dengan SNI. Akan tetapi, harga pasar yodium masih mahal. Hal ini berdampak pada harga jual garam yang harus dinaikkan untuk pemenuhan tersebut. Akan tetapi, ada kendala di sini. Tak sedikit pengusaha-pengusaha nakal yang menurunkan harga garam di pasaran lantaran yodium yang mereka gunakan di bawah SNI tapi berlabel SNI. Jadi, gimana ini pemerintah, tolong bantuannya :3

Oke kembali ke topik.

aquades  dan gelas ukur
Tak banyak dari pengusahan yodium yang mahfum dengan cara kerja pengecekan yodium dengan menggunakan alat sederhana yang diberikan oleh pemerintah. Pun kami, baru mengerti alat kerja ini setelah mengikuti seminar dan workshop yang diberikan oleh pemerintah di Salatiga beberapa tahun silam. Padahal peralatan ini sudah diberikan semenjak kami mendapat surat izin dari dinas perizinan.

Langsung aja dah!

Siapkan alat!
1. Timbangan tentu saja beserta bandulnya
2. Penumbuk/penghalus garam
3. Suntikan
bandul
4. Tabung reaksi
5. Gelas ukur

Siapkan bahan!
1. 25 gram garam beryodium yang sudah matang, haluskan
2. Aquades 100 ml
3. Regen A (Asam Phosfat)
4. Regen B (Indikator)
5. Larutan standar

Cara kerja:
1. Garam yang sudah dihaluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi
2. Tuang aquades ke dalam tabung reaksi bercampur dengan garam beryodium yang sebelumnya sudah dimasukkan
3. Campur hingga garam larut
4. Teteskan regen A sebanyak 5 tetes ke dalam larutan di atas, campurkan sebentar
5. Teteskan regen B sebanyak 5 tetes ke dalam larutan di atas, campurkan sebentar (larutan akan berwarna kuning/biru tua)
6. Campurkan larutan standar ke dalam larutan, dan ukur berapa larutan yang dibutuhkan untuk menetralkan warna larutan tersebut.
7. Kalikan hasil ml larutan standa dengan 7,27
8. Hasil kali tersebut adalah kandungan yodium dalam garam beryodium tersebut.

Pengecekan dengan cara ini tentu saja belum valid karena akan lebih valid lagi dengan menggunakan peralatan laboratorium yang lebih canggih :)

Selamat mengecek kadar yodium dalam garam Anda :D

Nah, dibaca sendiri aja daftar isinya 
Regen A
Regen B




Larutan standar